Ice cream pasti menjadi makanan favorit siapa saja, terutama anak-anak. Tetapi, makanan ini diam-diam menimbulkan banyak problem bagi sebagian penikmatnya. Misalnya, ada orang yang jadi sakit kepala saat merasakan sensasi dingin dari ice cream. Ada juga yang tenggorokan jadi perih setelah makan ice cream. Atau, masih ingat ketika ibu Anda melarang Anda makan ice cream dan mengatakan, "Jangan makan es dulu ya, kamu kan lagi batuk?"
Benarkah ice cream adalah penyebab itu semua? Apa saja fenomena yang ditimbulkan oleh ice cream?
Sakit kepala dan tenggorokan perih
Sebuah edisi Harvard Women's Health Watch tahun 2009 pernah menjelaskan bahwa suhu dingin menyebabkan tekanan darah mengerut, dan cepat membesar kembali. Reseptor nyeri di dekatnya lalu akan memicu saraf trigeminal sebagai sinyal rasa sakit. Salah satu cara untuk memulihkan rasa sakit itu adalah dengan melengkungkan lidah, lalu menekannya di langit-langit mulut. Atau, makan saja perlahan-lahan.
Bila Anda jadi terbatuk-batuk setelah makan ice cream (atau minuman dingin lainnya), kemungkinan hal ini disebabkan oleh perubahan suhu yang ditimbulkan. Akibatnya, saluran pernafasan jadi teriritasi. Kemungkinan lainnya, karena produk olahan susu biasanya mempengaruhi air lius, dan hal ini bisa menyebabkan lendir yang kental, yang bisa mengiritasi bagian belakang tenggorokan. Saat itulah Anda merasa ingin batuk.
Namun, kebalikan dari apa yang Anda kira, menurut para dokter anak ice cream ternyata bisa mengurangi nyeri pada tenggorokan. Namun perlu diketahui lebih dulu, apakah radang tenggorokan tersebut disebabkan oleh infeksi virus, atau infeksi bakteri? Jika penyebabnya infeksi virus, rasa nyeri itu akan hilang dengan sendirinya. Sedangkan bila infeksi bakteri penyebabnya, Anda butuh antibiotik untuk menyembuhkannya.
Nah, menurut Russell Steele, MD, profesor dan wakil ketua Department of Pediatrics di Louisiana State University School of Medicine, New Orleans, bila yang Anda alami adalah radang akibat infeksi virus, ice cream bekerja lebih baik daripada makanan apa pun untuk meredakan nyeri tersebut.
Seringkali, radang tenggorokan terjadi karena sistem kekebalan Anda sedang terganggu. Pada saat seperti ini, Anda perlu makan makanan yang baru dimasak, makanan bergizi yang akan memberikan Anda kekuatan untuk memerangi infeksi tersebut. Anda juga perlu menghindari makanan yang bisa mengiritasi tenggorokan, seperti cokelat atau permen (saat ditelan). Begitu juga makanan yang asam seperti jus lemon, jus cranberry, atau acar timun. Kadang-kadang, makanan pedas juga berguna, berkat kandungan capcaisin-nya. Namun, efeknya pada setiap orang berbeda. Anda bisa saja kurang cocok dengan makanan pedas.
Makanan yang disarankan adalah yang lunak, seperti sup ayam, dan tentunya ice cream tadi. Lucinda Halstead, MD, asisten profesor di Department of Otolaryngology and Communicative Sciences di Medical University of South Carolina in Charleston, menyarankan untuk mendiamkan dulu ice cream dalam suhu ruangan beberapa menit sebelum menyajikannya.
"Apa pun yang terlalu dingin, bisa tidak nyaman ketika ditelan," katanya. Kecuali, bila Anda atau si kecil bisa mentoleransi rasa dingin tersebut.
Sumber : Shine- kesehatan.kompas.com
Lihat juga:
Dim Sum
Kamis, 02 Desember 2010
Rabu, 01 Desember 2010
Restoran Ootoya, Menu Rumahan ala Jepang
Inilah menu rumahan ala Jepang: semangkuk nasi organik dan lauknya berupa hidangan okazu atau ikan laut semacam makarel, salmon, atau tuna yang dipanggang atau digoreng dengan bumbu saus miso, dashi, atau kecap Jepang.
Untuk pelengkapnya, ada asinan, sup, dan sayuran. Atau bisa juga dicoba hidangan serupa dengan ikan makarel panggang yang disajikan dengan parutan lobak Jepang.
Lho, kok hidangan itu tak berbeda dengan hidangan rumahan Indonesia, ya? Apa kabar Sushi, sashimi, dan sukiyaki khas Jepang yang mendunia itu? Nanti dulu, ada cerita menarik dari Restoran Ootoya, tempat makanan rumahan ala Negeri Sakura ini dihidangkan.
"Memang masakan rumahan orang Jepang sebenarnya tak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Kebanyakan hidangan ikan hanya dibedakan oleh bumbu dan jenis ikannya," kata Shienny Lie, Manajer Operasional Rumah Makan Ootoya, di Plaza Indonesia, Kamis pekan lalu.
Set hidangan okazu ini, menurut Shienny, merupakan masakan rumahan paling umum di seluruh kepulauan Jepang. Sementara tak semua orang Jepang menyantap sushi, sashimi, atau sukiyaki setiap hari.
"Sushi, sashimi, dan sukiyaki adalah menu khusus yang dimakan orang Jepang pada waktu tertentu," kata Shienny. Sushi dan sashimi umumnya dihidangkan pada jamuan makan malam resmi. Sedangkan sukiyaki adalah masakan yang dinikmati pada hari terdingin dalam setahun di negara empat musim itu.
Selain okazu, hidangan mi (men-rui) sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat Jepang. Salah satunya Miso Nikumi Udon. Untuk menu ini, Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menjelaskan cara pembuatannya.
"Udon dimasak dengan menggunakan dua macam pasta miso. Kemudian direbus dengan caisim, shitake, ayam panggang, daun bawang, wortel, tahu, sawi putih, dan dihiasi dengan telur setengah matang di atasnya," katanya. Rasanya, hmm... khas mi Jepang dengan kuah manis-asam.
Ada pula masakan bergaya donburi (satu mangkuk nasi dengan topping sayur dan lauk). Chicken Katsu Tojidon disediakan dalam mangkuk nasi dengan ayam goreng tepung yang disiram dengan campuran saus, bawang bombai, dan telur. Di antara semua menu yang Tempo coba, menu yang mirip nasi goreng ini tampaknya bakal paling cocok bagi lidah orang Indonesia.
Hidangan nabe (kukusan) dan yaki (panggang dan goreng) seperti tersedia. Menurut Shienny, bangsa Jepang menyantap makanan yang relatif sederhana dalam kesehariannya. "Tapi disiapkan secara cermat dari sisi gizi atau jumlah kalori makanan. Ini yang jadi keunggulan masakan Jepang," kata dia.
Rumah Makan Ootoya didirikan oleh Mitsumori Eiichi di Stasiun Subway Ikebukuro, Tokyo, pada 1958. Franchise ini telah berkembang menjadi 250 outlet yang tersebar di Asia tahun ini, tiga di antaranya di Indonesia, berlokasi di Senayan City, Pacific Place Mall, dan Plaza Indonesia.
Meskipun Ootoya merupakan rumah makan franchise, penyajiannya berbeda dengan rumah makan franchise lainnya. "Masakan baru dimasak setelah dipesan, made to order. Jadi masakan akan tetap segar ketika dihidangkan," kata Shienny.
Baru-baru ini, Ootoya juga menyediakan menu sushi dan sashimi untuk pelanggannya. "Sushi dan sashimi bukan menu harian orang Jepang. Tapi, karena banyaknya permintaan, kami menyediakan menu ini," kata Shienny. Soal harga, Rumah Makan Ootoya mematok banderol makanan mereka Rp 30-70 ribu. | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Sushi Vs Sashimi
Keistimewaan sushi serta sashimi terletak pada teknik memotong dan kesegaran ikannya. Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menunjukkan demo memasak sushi dan sashimi dalam media gathering pekan lalu.
"Perbedaan antara sushi dan sashimi terletak pada nasi. Sushi selalu dipasangkan dengan nasi, sementara sashimi dapat langsung dinikmati dengan cuka atau wasabi," kata Ikeda dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Perbedaan lainnya terletak pada tebalnya potongan ikan. "Untuk sashimi, potongannya berjarak 50 milimeter, sementara sushi tak lebih dari 5 milimeter." Ootoya menyediakan sashimi dan kaisendon (seafood mix) yang dihidangkan bersama wasabi, cuka, dan saus.
Ada berbagai jenis sushi. Ootoya menyediakan sushi jenis nigiri dan maki. Nigirizushi adalah potongan daging sushi yang ditempelkan di atas ikan. Adapun makizushi dibuat dengan cara menggulung daging sushi dan nasi dengan bantuan rumput laut kering (nori) serta tikar bambu.
Daging sushi dan sashimi bermacam-macam: dari udang, tuna, cumi, salmon, bawal mutiara, sampai gurita. "Khusus untuk gurita, tidak boleh dimakan mentah. Harus matang benar," kata Ikeda. Kalau tak matang, daging gurita--yang konon bermanfaat untuk membuat pria perkasa--bisa membuat tubuh gatal-gatal. | AMANDRA MM
Sumber : tempointeraktif.com
Lihat juga:
Sate
Steak
Untuk pelengkapnya, ada asinan, sup, dan sayuran. Atau bisa juga dicoba hidangan serupa dengan ikan makarel panggang yang disajikan dengan parutan lobak Jepang.
Lho, kok hidangan itu tak berbeda dengan hidangan rumahan Indonesia, ya? Apa kabar Sushi, sashimi, dan sukiyaki khas Jepang yang mendunia itu? Nanti dulu, ada cerita menarik dari Restoran Ootoya, tempat makanan rumahan ala Negeri Sakura ini dihidangkan.
"Memang masakan rumahan orang Jepang sebenarnya tak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Kebanyakan hidangan ikan hanya dibedakan oleh bumbu dan jenis ikannya," kata Shienny Lie, Manajer Operasional Rumah Makan Ootoya, di Plaza Indonesia, Kamis pekan lalu.
Set hidangan okazu ini, menurut Shienny, merupakan masakan rumahan paling umum di seluruh kepulauan Jepang. Sementara tak semua orang Jepang menyantap sushi, sashimi, atau sukiyaki setiap hari.
"Sushi, sashimi, dan sukiyaki adalah menu khusus yang dimakan orang Jepang pada waktu tertentu," kata Shienny. Sushi dan sashimi umumnya dihidangkan pada jamuan makan malam resmi. Sedangkan sukiyaki adalah masakan yang dinikmati pada hari terdingin dalam setahun di negara empat musim itu.
Selain okazu, hidangan mi (men-rui) sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat Jepang. Salah satunya Miso Nikumi Udon. Untuk menu ini, Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menjelaskan cara pembuatannya.
"Udon dimasak dengan menggunakan dua macam pasta miso. Kemudian direbus dengan caisim, shitake, ayam panggang, daun bawang, wortel, tahu, sawi putih, dan dihiasi dengan telur setengah matang di atasnya," katanya. Rasanya, hmm... khas mi Jepang dengan kuah manis-asam.
Ada pula masakan bergaya donburi (satu mangkuk nasi dengan topping sayur dan lauk). Chicken Katsu Tojidon disediakan dalam mangkuk nasi dengan ayam goreng tepung yang disiram dengan campuran saus, bawang bombai, dan telur. Di antara semua menu yang Tempo coba, menu yang mirip nasi goreng ini tampaknya bakal paling cocok bagi lidah orang Indonesia.
Hidangan nabe (kukusan) dan yaki (panggang dan goreng) seperti tersedia. Menurut Shienny, bangsa Jepang menyantap makanan yang relatif sederhana dalam kesehariannya. "Tapi disiapkan secara cermat dari sisi gizi atau jumlah kalori makanan. Ini yang jadi keunggulan masakan Jepang," kata dia.
Rumah Makan Ootoya didirikan oleh Mitsumori Eiichi di Stasiun Subway Ikebukuro, Tokyo, pada 1958. Franchise ini telah berkembang menjadi 250 outlet yang tersebar di Asia tahun ini, tiga di antaranya di Indonesia, berlokasi di Senayan City, Pacific Place Mall, dan Plaza Indonesia.
Meskipun Ootoya merupakan rumah makan franchise, penyajiannya berbeda dengan rumah makan franchise lainnya. "Masakan baru dimasak setelah dipesan, made to order. Jadi masakan akan tetap segar ketika dihidangkan," kata Shienny.
Baru-baru ini, Ootoya juga menyediakan menu sushi dan sashimi untuk pelanggannya. "Sushi dan sashimi bukan menu harian orang Jepang. Tapi, karena banyaknya permintaan, kami menyediakan menu ini," kata Shienny. Soal harga, Rumah Makan Ootoya mematok banderol makanan mereka Rp 30-70 ribu. | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Sushi Vs Sashimi
Keistimewaan sushi serta sashimi terletak pada teknik memotong dan kesegaran ikannya. Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menunjukkan demo memasak sushi dan sashimi dalam media gathering pekan lalu.
"Perbedaan antara sushi dan sashimi terletak pada nasi. Sushi selalu dipasangkan dengan nasi, sementara sashimi dapat langsung dinikmati dengan cuka atau wasabi," kata Ikeda dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Perbedaan lainnya terletak pada tebalnya potongan ikan. "Untuk sashimi, potongannya berjarak 50 milimeter, sementara sushi tak lebih dari 5 milimeter." Ootoya menyediakan sashimi dan kaisendon (seafood mix) yang dihidangkan bersama wasabi, cuka, dan saus.
Ada berbagai jenis sushi. Ootoya menyediakan sushi jenis nigiri dan maki. Nigirizushi adalah potongan daging sushi yang ditempelkan di atas ikan. Adapun makizushi dibuat dengan cara menggulung daging sushi dan nasi dengan bantuan rumput laut kering (nori) serta tikar bambu.
Daging sushi dan sashimi bermacam-macam: dari udang, tuna, cumi, salmon, bawal mutiara, sampai gurita. "Khusus untuk gurita, tidak boleh dimakan mentah. Harus matang benar," kata Ikeda. Kalau tak matang, daging gurita--yang konon bermanfaat untuk membuat pria perkasa--bisa membuat tubuh gatal-gatal. | AMANDRA MM
Sumber : tempointeraktif.com
Lihat juga:
Sate
Steak
Goose Soto
Soto is a lot of foods preferred by the public. Many variations of the soup, like beef soup or chicken soup, but whether you ever tried to goose meat soup. Looks like the goose soup should be a menu alternative, at the time of fasting and later when widths. Creators goose soup, Chef Budi Prasetyo said the company deliberately chose to alternatives because of goose meat, rarely used as a cooking ingredient.
"If the meat is cooked and is felt no less tasty with chicken." Budi said which is also the Head Chef in the hotel Lor ins. Budi added, to make the necessary soto goose flesh goose which weighed between 1.5 to 1.7 kg. "With between 4-5 months old goose," he said when met in the kitchen Timlo.net Lor In. As for the marinade itself is very easy to obtain, such as tomatoes, celery, green onion.
How to cook the goose soup is quite easy, after the swan goose cleaned boiled for 4-5 hours on a medium heat. The texture of the meat is different so it takes some time. While waiting for meat to cook, prepare supplementary materials such as diamond, salted egg, berkedel, crackers, orange juice, and green sauce.
Budi added, goose soup menu is prepared to welcome Eid this year. "I purposely avoid a food that uses coconut milk." Budi said. In the meantime, can you taste the soup in Sasono Budjono a price of Rp 65 thousand per serving, or maybe you want to make yourself at home by adding other creations. Please try.
Source: Henderson / Timlo.net
See also:
Dim Sum
Sour Sally
"If the meat is cooked and is felt no less tasty with chicken." Budi said which is also the Head Chef in the hotel Lor ins. Budi added, to make the necessary soto goose flesh goose which weighed between 1.5 to 1.7 kg. "With between 4-5 months old goose," he said when met in the kitchen Timlo.net Lor In. As for the marinade itself is very easy to obtain, such as tomatoes, celery, green onion.
How to cook the goose soup is quite easy, after the swan goose cleaned boiled for 4-5 hours on a medium heat. The texture of the meat is different so it takes some time. While waiting for meat to cook, prepare supplementary materials such as diamond, salted egg, berkedel, crackers, orange juice, and green sauce.
Budi added, goose soup menu is prepared to welcome Eid this year. "I purposely avoid a food that uses coconut milk." Budi said. In the meantime, can you taste the soup in Sasono Budjono a price of Rp 65 thousand per serving, or maybe you want to make yourself at home by adding other creations. Please try.
Source: Henderson / Timlo.net
See also:
Dim Sum
Sour Sally
Komponen Gelas Wine
Ternyata, setiap jenis Wine atau anggur memiliki bentuk gelas sendiri-sendiri. Wine yang baik dibedakan dari rasa, bau dan penampilan fisiknya ketika di putar di dalam gelas. Semua hal ini tentunya akan didukung dengan pemilihan gelas yang tepat. Bahkan ada beberapa wine yang dapat menampilkan rasa terbaiknya hanya jika mereka disajikan dalam gelas yang tepat.
Gelas wine memiliki tiga komponen utama:
Dasar (base): merupakan pendukung utama kondisi gelas, dan mempertahankan posisi tetap tegak.
Batang (stem): tempat Anda memegang gelas sehingga tidak akan memindahkan panas tubuh Anda kepada Wine dan juga mencegah Anda meninggalkan bekas di permukaan gelas.
Badan (body): tempat yang menampung semua rasa minuman yang disajikan.
Semua gelas wine didesain agar anggur dapat dinikmati dengan cara yang pas. Desain gelas ini tidak dibuat sembarangan. Pada umumnya, ada empat tipe gelas Wine yang sering digunakan, walaupun dalam kasus khusus aturan ini dapat sedikit berubah.
Gelas Wine merah
Bentuk gelas untuk Wine merah lebih bundar dibanding gelas Wine lainnya. Tangkainya juga lebih kecil karena banyak orang yang cenderung memegang bagian badan gelas ketika menikmati minuman ini. Bagian badan gelas juga dibuat lebih lebar sehingga wine akan lebih banyak bersentuhan dengan udara sehingga membuatnya dapat memancarkan aroma dan rasa yang berani. Rasa kompleks dari anggur merah menjadi lebih lembut ketika bersentuhan dengan udara.
Gelas Wine putih
Gelas untuk anggur putih memiliki bentuk yang ramping dengan batang yang panjang. Bentuk badan gelas ini menyerupai huruf U, sehingga aromanya tersalurkan dengan tepat dan Wine yang ada akan tetap dingin untuk waktu yang lama. Bentuknya yang ramping akan menyebabkan orang memegang bagian batang gelas, sehingga anggur putih yang sangat sensitif terhadap suhu tidak akan terganggu oleh panas tubuh peminumnya.
Bentuk bibir gelas Wine putih ini akan menyalurkan Wine ke bagian samping dan depan dari mulut, sehingga rasa manis Wine putih akan benar-benar mengelus lidah peminumnya. Varian dari gelas Wine putih ini banyak, karena tergantung dari rasa Wine yang disajikan. Kerenyahan, usia Wine yang muda atau tua, bahkan kekuatan Wine putih akan mempengaruhi jenis gelas.
Gelas Wine sparkling
Gelas untuk jenis sparkling mirip dengan gelas Wine putih. Bedanya, badannya sedikit lebih panjang. Bentuk seperti ini akan membantu pada saat anggur dituang, dan menahan karbonasi yang ada di dalam Wine agar tetap terjaga sebanyak mungkin. Tangkainya yang panjang berfungsi mengurangi kontak dengan tubuh karena Wine tipe sparkling, seperti sampanye, sangat sensitif terhadap perubahan suhu atau panas tubuh si peminum.
Gelas Wine pencuci mulut
Dikenal juga sebagai gelas aperitif (minuman keras pemicu nafsu makan). Biasa digunakan untuk menyajikan port, sherry, liquers dan berbagai macam tipe aperitif lainnya. Ukuran standar Wine ini adalah 120 ml, tujuannya adalah untuk membentuk badan yang cukup kecil sehingga Wine akan dikirimkan ke bagian belakang rongga mulut, dan rasa manis dari Wine pencuci mulut ini tidak akan mematikan rasa yang ada di dalam mulut peminumnya. Wine tipe ini biasanya memiliki kadar alkohol tinggi, sehingga gelas kecil akan sempurna bagi penyajian Wine pencuci mulut.
Sumber : Ade Jayadireja-SendokGarpu.com
Lihat juga:
Burger King
Sour Sally
Gelas wine memiliki tiga komponen utama:
Dasar (base): merupakan pendukung utama kondisi gelas, dan mempertahankan posisi tetap tegak.
Batang (stem): tempat Anda memegang gelas sehingga tidak akan memindahkan panas tubuh Anda kepada Wine dan juga mencegah Anda meninggalkan bekas di permukaan gelas.
Badan (body): tempat yang menampung semua rasa minuman yang disajikan.
Semua gelas wine didesain agar anggur dapat dinikmati dengan cara yang pas. Desain gelas ini tidak dibuat sembarangan. Pada umumnya, ada empat tipe gelas Wine yang sering digunakan, walaupun dalam kasus khusus aturan ini dapat sedikit berubah.
Gelas Wine merah
Bentuk gelas untuk Wine merah lebih bundar dibanding gelas Wine lainnya. Tangkainya juga lebih kecil karena banyak orang yang cenderung memegang bagian badan gelas ketika menikmati minuman ini. Bagian badan gelas juga dibuat lebih lebar sehingga wine akan lebih banyak bersentuhan dengan udara sehingga membuatnya dapat memancarkan aroma dan rasa yang berani. Rasa kompleks dari anggur merah menjadi lebih lembut ketika bersentuhan dengan udara.
Gelas Wine putih
Gelas untuk anggur putih memiliki bentuk yang ramping dengan batang yang panjang. Bentuk badan gelas ini menyerupai huruf U, sehingga aromanya tersalurkan dengan tepat dan Wine yang ada akan tetap dingin untuk waktu yang lama. Bentuknya yang ramping akan menyebabkan orang memegang bagian batang gelas, sehingga anggur putih yang sangat sensitif terhadap suhu tidak akan terganggu oleh panas tubuh peminumnya.
Bentuk bibir gelas Wine putih ini akan menyalurkan Wine ke bagian samping dan depan dari mulut, sehingga rasa manis Wine putih akan benar-benar mengelus lidah peminumnya. Varian dari gelas Wine putih ini banyak, karena tergantung dari rasa Wine yang disajikan. Kerenyahan, usia Wine yang muda atau tua, bahkan kekuatan Wine putih akan mempengaruhi jenis gelas.
Gelas Wine sparkling
Gelas untuk jenis sparkling mirip dengan gelas Wine putih. Bedanya, badannya sedikit lebih panjang. Bentuk seperti ini akan membantu pada saat anggur dituang, dan menahan karbonasi yang ada di dalam Wine agar tetap terjaga sebanyak mungkin. Tangkainya yang panjang berfungsi mengurangi kontak dengan tubuh karena Wine tipe sparkling, seperti sampanye, sangat sensitif terhadap perubahan suhu atau panas tubuh si peminum.
Gelas Wine pencuci mulut
Dikenal juga sebagai gelas aperitif (minuman keras pemicu nafsu makan). Biasa digunakan untuk menyajikan port, sherry, liquers dan berbagai macam tipe aperitif lainnya. Ukuran standar Wine ini adalah 120 ml, tujuannya adalah untuk membentuk badan yang cukup kecil sehingga Wine akan dikirimkan ke bagian belakang rongga mulut, dan rasa manis dari Wine pencuci mulut ini tidak akan mematikan rasa yang ada di dalam mulut peminumnya. Wine tipe ini biasanya memiliki kadar alkohol tinggi, sehingga gelas kecil akan sempurna bagi penyajian Wine pencuci mulut.
Sumber : Ade Jayadireja-SendokGarpu.com
Lihat juga:
Burger King
Sour Sally
Selasa, 30 November 2010
Lezatnya Steak Saus Mangga
Mungkin Tenderloin Steak biasa jadi menu andalan di restoran, cafe atau hotel. Biasanya tenderloin steak disajikan dengan saus barbeque, mushroom atau black pepper. Lalu bagaimana ya rasanya jika Tenderloin Steak disajikan dengan Mango Sauce atau Saus Mangga?
Sensasi rasa manis segar itulah sepertinya yang coba disuguhkan Hotel Savoy Homann dengan menu andalan terbarunya Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce.
"Sekarang kan lagi musim mangga, jadi kita memanfaatkan bahan yang sedang banyak tersedia untuk dikreasikan dalam menu yang ada," ujar Chef Yayan Suryana.
Mangga yang digunakan adalah jenis Mangga Arum Manis yang rasanya menurut Yayan bisa masuk kemanapun. "Mangga Arum Manis taste-nya masuk kemana saja," tuturnya.
Untuk membuat Manggo Sauce yang segar itu, Yayan memblender Mangga lalu menambahkan krim dan susu kemudian dipanaskan sambil menambahkan butter. Ditambahkannya butter disebut Yayan untuk membuat saus lebih mengkilat dan menggoda lidah.
Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce ini disajikan bersama Vegetable Timbale, yang terdiri kentang, wortel dan brokoli yang telah dihancurkan dan diolah. Kemudian disusun dalam tumpukan sehingga hasilnya berwarna-warni.
"Biasanya teman steak itu kentang, kali ini diganti dengan Vegetable timbali dari beberap sayuran," jelas Yayan yang telah berpengalaman menjadi chef selama 32 tahun itu.
Satu porsi Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce terdiri dari sekitar 180 gram daging has dalam pilihan yang telah diolah dengan bumbu dan dipanggang di grill. Tak lupa, Rainbow Paprika dan Chesee Stick ikut mempercantik menu ini.
Main course seharga Rp 50.000 ini sangat cocok untuk menu dinner Anda. Selamat mencicipi sensasi rasa Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce!(tya/avi)
Sumber : Tya Eka Yulianti - detikBandung
Lihat juga:
Dim Sum
Sensasi rasa manis segar itulah sepertinya yang coba disuguhkan Hotel Savoy Homann dengan menu andalan terbarunya Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce.
"Sekarang kan lagi musim mangga, jadi kita memanfaatkan bahan yang sedang banyak tersedia untuk dikreasikan dalam menu yang ada," ujar Chef Yayan Suryana.
Mangga yang digunakan adalah jenis Mangga Arum Manis yang rasanya menurut Yayan bisa masuk kemanapun. "Mangga Arum Manis taste-nya masuk kemana saja," tuturnya.
Untuk membuat Manggo Sauce yang segar itu, Yayan memblender Mangga lalu menambahkan krim dan susu kemudian dipanaskan sambil menambahkan butter. Ditambahkannya butter disebut Yayan untuk membuat saus lebih mengkilat dan menggoda lidah.
Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce ini disajikan bersama Vegetable Timbale, yang terdiri kentang, wortel dan brokoli yang telah dihancurkan dan diolah. Kemudian disusun dalam tumpukan sehingga hasilnya berwarna-warni.
"Biasanya teman steak itu kentang, kali ini diganti dengan Vegetable timbali dari beberap sayuran," jelas Yayan yang telah berpengalaman menjadi chef selama 32 tahun itu.
Satu porsi Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce terdiri dari sekitar 180 gram daging has dalam pilihan yang telah diolah dengan bumbu dan dipanggang di grill. Tak lupa, Rainbow Paprika dan Chesee Stick ikut mempercantik menu ini.
Main course seharga Rp 50.000 ini sangat cocok untuk menu dinner Anda. Selamat mencicipi sensasi rasa Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce!(tya/avi)
Sumber : Tya Eka Yulianti - detikBandung
Lihat juga:
Dim Sum
Lucky Dim Sum
If you know only Dim Sum buns, hakau and siomai, means now is the time you dig the new science. Incredible variety of new Dim Sum from Hong Kong and Shanghai will be revealed the secret of the making by the chef. Your direct practice with the guidance of the Dim Sum chef, and can dig up as much knowledge as possible. We only provide 20 (twenty) places for lovers of authentic Dim Sum!
Dim Sum, little snacks that originated from South China and popular in Hong Kong is indeed experiencing tremendous growth. Now, with our easy breakfast better Dim Sum from class to class resto pavement special. A variety of Dim Sum are also offered in a variety of prices. Well, if you intend to start a new venture and hope to get a promising new business, Dim Sum can be an option. Given any fan of Dim Sum increasingly widespread and more. Like years past, this year we also choose the materials cooking class with a choice of Dim Sum variants are more diverse. Starting from the Dim Sum steamed, fried until that matured with a little oil (pan fried). Chef Lauw Pak Wai from Tien Chao Restaurant, Hotel Gran Melia Jakarta, willing to take the time to reveal the secret manufacture of Dim Sum is delicious, beautiful and not too fatty. Dim Sum is the type favored by many people in the world today.
In particular, the Dim Sum chef, choose 5 (five) kinds of Dim Sum is: Mixed Vegetable Dumpling, Fish and Minced Beef Dumpling Dumpling. Three types of dumplings had a unique and interesting ways of making. Not only that stuffing dumplings also has a variety of more healthful. Unless steamed vegetables also use materials and fish. Dim Sum For 2 others; Chicken Shrimp Dumpling that matured with a little oil and Sesame Seed Roll Seafood for fried crispy and tasty. Second Dim Sum is also unique because it will destabilize the delicious tongue.
Cooking class requires thoroughness, the class will be held with hands-on system aliases direct practice. That's why we only opened 20 (twenty) places for those who are truly interested. After practicing to make dim sum, as usual, the event will close with lunch bermenu complete and could taste the food your heart's content offerings include a variety of typical Chinese BBQ.
It is better, record the first time so you can manage; Saturday, January 26, 2008, at 09:30 to 14:00 am, at Tien Chao Restaurant, Hotel Gran Melia Jakarta, 1st floor, Jl HR Rasuna Said, South Jakarta. So as not to run out of tickets, just register yourself right here! We will only provide a place for those who are truly interested. Therefore, after pendafaran, please immediately finalize paperwork! (Ely / Odi)
Source: Odilia Winneke - detikFood
See also:
Burger King
Sushi
Dim Sum, little snacks that originated from South China and popular in Hong Kong is indeed experiencing tremendous growth. Now, with our easy breakfast better Dim Sum from class to class resto pavement special. A variety of Dim Sum are also offered in a variety of prices. Well, if you intend to start a new venture and hope to get a promising new business, Dim Sum can be an option. Given any fan of Dim Sum increasingly widespread and more. Like years past, this year we also choose the materials cooking class with a choice of Dim Sum variants are more diverse. Starting from the Dim Sum steamed, fried until that matured with a little oil (pan fried). Chef Lauw Pak Wai from Tien Chao Restaurant, Hotel Gran Melia Jakarta, willing to take the time to reveal the secret manufacture of Dim Sum is delicious, beautiful and not too fatty. Dim Sum is the type favored by many people in the world today.
In particular, the Dim Sum chef, choose 5 (five) kinds of Dim Sum is: Mixed Vegetable Dumpling, Fish and Minced Beef Dumpling Dumpling. Three types of dumplings had a unique and interesting ways of making. Not only that stuffing dumplings also has a variety of more healthful. Unless steamed vegetables also use materials and fish. Dim Sum For 2 others; Chicken Shrimp Dumpling that matured with a little oil and Sesame Seed Roll Seafood for fried crispy and tasty. Second Dim Sum is also unique because it will destabilize the delicious tongue.
Cooking class requires thoroughness, the class will be held with hands-on system aliases direct practice. That's why we only opened 20 (twenty) places for those who are truly interested. After practicing to make dim sum, as usual, the event will close with lunch bermenu complete and could taste the food your heart's content offerings include a variety of typical Chinese BBQ.
It is better, record the first time so you can manage; Saturday, January 26, 2008, at 09:30 to 14:00 am, at Tien Chao Restaurant, Hotel Gran Melia Jakarta, 1st floor, Jl HR Rasuna Said, South Jakarta. So as not to run out of tickets, just register yourself right here! We will only provide a place for those who are truly interested. Therefore, after pendafaran, please immediately finalize paperwork! (Ely / Odi)
Source: Odilia Winneke - detikFood
See also:
Burger King
Sushi
Ice cream Kesukaan dan Hubungan dengan Karakter Diri
Anda suka Ice cream rasa apa? Tidak sekadar enak, tapi rasa favorit dapat menunjukkan karakter Anda.
* Ice cream cokelats
Pecinta ice cream rasa cokelat digambarkan sebagai pribadi yang hati-hati, pemalu, dan santai. Mereka adalah pendengar yang baik, sehingga ia dapat menjadi teman yang diandalkan saat Anda punya masalah.
Minatnya tertuju pada seni, rock indie, penonton TV dan film kelas kakap.
* Ice cream Vanila
Penggemar ice cream vanila merupakan pribadi yang berani ambil resiko dan bermotivasi tinggi di tempat kerja. Mereka berselera klasik, seperti mendengar musik klasik, dan menonton film dokumenter. Mereka juga tidak mudah berpaling ke sesuatu yang trendi, punya pendirian.
* Ice cream Strawberry
Anda yang menggilai ice cream strawberry adalah seorang pemalu dan setia. Jika diterjemahkan dalam lingkungan kerja, Anda adalah karyawan yang berdedikasi dan bekerja serius. Anda juga ambisius, menerapkan standar tinggi, dan menjaga hubungan yang sehat dengan atasan.
Saat santai, strawberry lovers menikmati berselancar di dunia maya, mendengar music R&B, juga hip hop.
Jika Anda suka semua rasa? Silahkan Anda pilih karakter yang paling mendekati. (iVillage/Foto Ist)
Sumber : astaga.com
Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally
Steak Aroma
Steak, called the cuisine is definitely the one pictured is a delicious pot roast. Well, for you who like steak, Steak Aroma is the right choice to enjoy a steak in Banjarmasin.
Assorted steak menu with a distinctive flavor and aroma, can you message on where to eat located at Jalan MT Haryono Banjarmasin, South Kalimantan. Occupying this location since November 1, 2010, previously at Jalan Brig H Hasan Basry, Kayutangi.
Here, available sirloin steak, tenderloin steak, T-bone steak that is bone-shaped 'T' that surrounded the meat on both sides, and the lamp chop (goat) steak. You also can select the local beef from Surabaya or import from New Zealand, but both are equally qualified.
Moreover, upon entering the location, you will immediately smell the delicious aroma of steak. The kitchen is open concept, you can see directly how your order steak cooked.
How to cook a steak can be selected, with a special chef imported from Bali. Rare for those who want most of the meat is still red, or medium if like the middle is still red and pink sides. But for those who prefer not to have a red color, well done you selected.
Cook it also does not use frypan (skillet), but directly digrill steak or grilled with charcoal, then doused with a sauce of some excellent imported material. Precisely in this way, which makes the aroma is so tempting.
"Because the scent, so that's what inspired dining is named Aroma," beber Steak Aroma owner, Thomas Njo.
Eating steak, accompanied by the delicious fried potatoes and various vegetables consisting of corn, beans, carrots, cauliflower, and snow peas are cooked specifically and produces a savory flavor. But for you that if meal is not complete without rice, white rice is also available.
"Steak has become a popular food. If once the premium and the presence in the hotel, we are now targeting the middle class and below, and in Banjarmasin very enthusiastic audience," said Thomas.
Besides meat, choice steak, lamb chop is also available (goat), sausage, chicken, until the fillets of fish. Special steak fish, snapper fish raw material, but the future will be made dori fish imported from Vietnam. Variations of this steak, making it can be enjoyed by anyone.
Dining atmosphere is also pleasant and familiar Like the house itself. In the spacious room, free air in and out so refreshing in the middle of the hot weather during the day.
But if you want to eat enough at home or at work, you can use a delivery service. Stay message to the number 081236474411 with Dyah, and direct transfer. Quality is guaranteed, in addition to fresh and hot until the buyer's hand, also not contaminated. Before packaged in containers made from cork, first wrapped in aluminum foil.
Not surprisingly, when the audience not only local people are also among foreign tourists from countries where steaks come from. Uniquely, the citizen from Belgium, Austria, South Africa to Australia which is a task or a trip to South Kalimantan are so enjoying mixing of an Aroma Steak steak.
About the price, also do not need to worry because steak is not priced to drain the bag. Only Rp 25 thousand, you can enjoy local sirloin steak.
Wait what's more, soon visited or message to the aroma of your favorite menu Steak MT Haryono Street, Banjarmasin. (Hay / *)
Source: Eka D-BANJARMASINPOST.CO.ID
See also:
Dim Sum
Assorted steak menu with a distinctive flavor and aroma, can you message on where to eat located at Jalan MT Haryono Banjarmasin, South Kalimantan. Occupying this location since November 1, 2010, previously at Jalan Brig H Hasan Basry, Kayutangi.
Here, available sirloin steak, tenderloin steak, T-bone steak that is bone-shaped 'T' that surrounded the meat on both sides, and the lamp chop (goat) steak. You also can select the local beef from Surabaya or import from New Zealand, but both are equally qualified.
Moreover, upon entering the location, you will immediately smell the delicious aroma of steak. The kitchen is open concept, you can see directly how your order steak cooked.
How to cook a steak can be selected, with a special chef imported from Bali. Rare for those who want most of the meat is still red, or medium if like the middle is still red and pink sides. But for those who prefer not to have a red color, well done you selected.
Cook it also does not use frypan (skillet), but directly digrill steak or grilled with charcoal, then doused with a sauce of some excellent imported material. Precisely in this way, which makes the aroma is so tempting.
"Because the scent, so that's what inspired dining is named Aroma," beber Steak Aroma owner, Thomas Njo.
Eating steak, accompanied by the delicious fried potatoes and various vegetables consisting of corn, beans, carrots, cauliflower, and snow peas are cooked specifically and produces a savory flavor. But for you that if meal is not complete without rice, white rice is also available.
"Steak has become a popular food. If once the premium and the presence in the hotel, we are now targeting the middle class and below, and in Banjarmasin very enthusiastic audience," said Thomas.
Besides meat, choice steak, lamb chop is also available (goat), sausage, chicken, until the fillets of fish. Special steak fish, snapper fish raw material, but the future will be made dori fish imported from Vietnam. Variations of this steak, making it can be enjoyed by anyone.
Dining atmosphere is also pleasant and familiar Like the house itself. In the spacious room, free air in and out so refreshing in the middle of the hot weather during the day.
But if you want to eat enough at home or at work, you can use a delivery service. Stay message to the number 081236474411 with Dyah, and direct transfer. Quality is guaranteed, in addition to fresh and hot until the buyer's hand, also not contaminated. Before packaged in containers made from cork, first wrapped in aluminum foil.
Not surprisingly, when the audience not only local people are also among foreign tourists from countries where steaks come from. Uniquely, the citizen from Belgium, Austria, South Africa to Australia which is a task or a trip to South Kalimantan are so enjoying mixing of an Aroma Steak steak.
About the price, also do not need to worry because steak is not priced to drain the bag. Only Rp 25 thousand, you can enjoy local sirloin steak.
Wait what's more, soon visited or message to the aroma of your favorite menu Steak MT Haryono Street, Banjarmasin. (Hay / *)
Source: Eka D-BANJARMASINPOST.CO.ID
See also:
Dim Sum
Senin, 29 November 2010
Nare Zushi = Sushi
Jenis asli Sushi, hari ini diklasifikasikan sebagai Nare-Zushi (馴れ 寿司, 熟 寿司), pertama kali dikembangkan di suatu tempat di Asia Tenggara, menyebarkan ke Jepang. Ikan asin dan dibungkus dengan padi fermentasi, hidangan nasi tradisional lacto-fermentasi. Nare-Zushi terbuat dari ikan ini memusnahkan disimpan dalam padi fermentasi untuk pengawetan. Nare-Zushi disimpan selama fermentasi selama beberapa bulan kemudian dihapus. Beras difermentasi dibuang dan ikan adalah bagian hanya dikonsumsi. Sushi awal ini menjadi sumber protein.
Orang Jepang lebih suka makan ikan dengan beras, dikenal sebagai namanare atau namanari (生成, なまなれ, な ま なり). Selama periode Muromachi namanare adalah jenis yang paling populer sushi. Namanare adalah sebagian ikan mentah terbungkus beras, dikonsumsi segar, sebelum hilang rasa nya. Cara baru mengkonsumsi ikan tidak lagi menjadi bentuk pelestarian melainkan hidangan baru dalam masakan Jepang.
Selama era Edo (awal periode modern, 1603-1868 di Jepang), jenis ketiga Sushi diperkenalkan, haya-Zushi (早 寿司, 早 ずし). Haya-Zushi dihimpun sehingga baik nasi dan ikan bisa dikonsumsi pada saat yang sama, dan hidangan menjadi unik untuk budaya Jepang. Ini adalah pertama kalinya bahwa beras tidak digunakan untuk fermentasi. Beras sekarang dicampur dengan cuka. Ikan, sayuran dan makanan kering diawetkan akan ditambahkan. Jenis sushi masih sangat populer saat ini. Setiap daerah memanfaatkan rasa lokal untuk menghasilkan berbagai Sushi yang telah diwariskan selama beberapa generasi.
Ketika Tokyo masih dipanggil Edo, pada awal abad ke-19, warung makan mobile menjadi layanan makanan dominan. Selama periode Zushi nigiri-(握り 寿司) diperkenalkan. Nigiri-Zushi adalah jenis yang paling umum sushi di restoran Sushi todays. Ini adalah gundukan oblong beras dengan sepotong ikan tersampir di atasnya. Setelah gempa bumi Great Kanto pada tahun 1923, nigiri-Sushi koki kehilangan pekerjaan dan tersebar di seluruh Jepang dan mempopulerkan hidangan di seluruh negeri.
Hari ini piring Sushi internasional dikenal sebagai "Sushi" (nigirizushi; varietas Kanto) adalah makanan cepat saji ditemukan oleh Hanaya Yohei (华 屋 与 兵卫; 1799-1858) pada akhir periode Edo di hari ini di Tokyo (Edo). Orang-orang di Tokyo tinggal tergesa-gesa bahkan seratus tahun yang lalu. nigirizushi ini ditemukan oleh Hanaya tidak difermentasi dan dapat dimakan menggunakan jari atau sumpit. Itu adalah bentuk awal dari makanan cepat saji yang dapat dimakan di sisi jalan atau di teater.
Funazushi
Funazushi adalah jenis langka nare-Zushi masih siap dekat danau Biwa, Shiga Prefektur. Delapan belas generasi dari keluarga Kitamura telah mempersiapkan piring (dengan telur utuh) di Kitashina sejak 1619.
Segar Funa (ikan mas crucian dari danau) adalah skala dan memusnahkan melalui insang mereka menjaga tubuh (dan sering telur) ikan utuh. ikan ini kemudian dikemas dengan garam dan berusia selama setahun sebelum dikemas ulang setiap tahun di beras hingga empat tahun. Ikan yang difermentasi yang dihasilkan dapat dilayani diiris tipis atau digunakan sebagai bahan dalam masakan lainnya.
Sumber: en.wikipedia
Lihat juga:
Dim Sum
Soto
Orang Jepang lebih suka makan ikan dengan beras, dikenal sebagai namanare atau namanari (生成, なまなれ, な ま なり). Selama periode Muromachi namanare adalah jenis yang paling populer sushi. Namanare adalah sebagian ikan mentah terbungkus beras, dikonsumsi segar, sebelum hilang rasa nya. Cara baru mengkonsumsi ikan tidak lagi menjadi bentuk pelestarian melainkan hidangan baru dalam masakan Jepang.
Selama era Edo (awal periode modern, 1603-1868 di Jepang), jenis ketiga Sushi diperkenalkan, haya-Zushi (早 寿司, 早 ずし). Haya-Zushi dihimpun sehingga baik nasi dan ikan bisa dikonsumsi pada saat yang sama, dan hidangan menjadi unik untuk budaya Jepang. Ini adalah pertama kalinya bahwa beras tidak digunakan untuk fermentasi. Beras sekarang dicampur dengan cuka. Ikan, sayuran dan makanan kering diawetkan akan ditambahkan. Jenis sushi masih sangat populer saat ini. Setiap daerah memanfaatkan rasa lokal untuk menghasilkan berbagai Sushi yang telah diwariskan selama beberapa generasi.
Ketika Tokyo masih dipanggil Edo, pada awal abad ke-19, warung makan mobile menjadi layanan makanan dominan. Selama periode Zushi nigiri-(握り 寿司) diperkenalkan. Nigiri-Zushi adalah jenis yang paling umum sushi di restoran Sushi todays. Ini adalah gundukan oblong beras dengan sepotong ikan tersampir di atasnya. Setelah gempa bumi Great Kanto pada tahun 1923, nigiri-Sushi koki kehilangan pekerjaan dan tersebar di seluruh Jepang dan mempopulerkan hidangan di seluruh negeri.
Hari ini piring Sushi internasional dikenal sebagai "Sushi" (nigirizushi; varietas Kanto) adalah makanan cepat saji ditemukan oleh Hanaya Yohei (华 屋 与 兵卫; 1799-1858) pada akhir periode Edo di hari ini di Tokyo (Edo). Orang-orang di Tokyo tinggal tergesa-gesa bahkan seratus tahun yang lalu. nigirizushi ini ditemukan oleh Hanaya tidak difermentasi dan dapat dimakan menggunakan jari atau sumpit. Itu adalah bentuk awal dari makanan cepat saji yang dapat dimakan di sisi jalan atau di teater.
Funazushi
Funazushi adalah jenis langka nare-Zushi masih siap dekat danau Biwa, Shiga Prefektur. Delapan belas generasi dari keluarga Kitamura telah mempersiapkan piring (dengan telur utuh) di Kitashina sejak 1619.
Segar Funa (ikan mas crucian dari danau) adalah skala dan memusnahkan melalui insang mereka menjaga tubuh (dan sering telur) ikan utuh. ikan ini kemudian dikemas dengan garam dan berusia selama setahun sebelum dikemas ulang setiap tahun di beras hingga empat tahun. Ikan yang difermentasi yang dihasilkan dapat dilayani diiris tipis atau digunakan sebagai bahan dalam masakan lainnya.
Sumber: en.wikipedia
Lihat juga:
Dim Sum
Soto
Japanese Sate
Sate is one of the most popular food in Indonesia. Many areas in this archipelago have sate menu. Therefore you know the sate padang, sate madura, banjo sate, sate betawi, maranggi sate, sate Blora, sate ponorogo, and so forth. Types of meat also varied, from chicken to turtles, from clams to torpedo. The dish can you get with ease, from street stalls to fancy restaurants.
But have you ever heard of the sate of Japan? Japanese sate also called yakitori, sate is not much different in Indonesia. How to cook it as well by burning, with a wide range of meat, no different than the typical Indonesian satay.
Although many have similarities, the differences between typical Indonesian satay and yakitori are also quite striking. Food in Japan are generally treated with a healthy manner and materials. It is also applied in the manufacture of yakitori. If the usual sate skewers we know is that many contain soy sauce and oil, yakitori not contain a lot of oil and prefer the use of salt.
The basic ingredients are chicken yakitori own, according to the meaning of the word tori which means chicken. All parts of chicken, such as thighs, skin, liver, etc., can be used for yakitori. In Japan, the chicken sate was then burned on the wood charcoal. This determines the quality of wood charcoal taste satenya. Hardwood charcoal and aromatic produce a more delicious satay, rather than a cheaper wood charcoal, or a grilled over a gas stove and electric grill. Some sellers use free-range chicken yakitori (jidori), which is more tough than regular chicken, but rather have a taste.
In their home country, yakitori popular among middle-class office workers as a snack after work on the way to the train station. Yakitori are sold at the yakitori-ya, (restaurant or food stalls on the roadside). Often times other than dyed with barbeque sauce (before baking), chicken meat was also doused with cold beer. Wow ... like what, ya feel? They end the meal with a swig of sake.
Source: Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id
See also:
Burger King
Wine
But have you ever heard of the sate of Japan? Japanese sate also called yakitori, sate is not much different in Indonesia. How to cook it as well by burning, with a wide range of meat, no different than the typical Indonesian satay.
Although many have similarities, the differences between typical Indonesian satay and yakitori are also quite striking. Food in Japan are generally treated with a healthy manner and materials. It is also applied in the manufacture of yakitori. If the usual sate skewers we know is that many contain soy sauce and oil, yakitori not contain a lot of oil and prefer the use of salt.
The basic ingredients are chicken yakitori own, according to the meaning of the word tori which means chicken. All parts of chicken, such as thighs, skin, liver, etc., can be used for yakitori. In Japan, the chicken sate was then burned on the wood charcoal. This determines the quality of wood charcoal taste satenya. Hardwood charcoal and aromatic produce a more delicious satay, rather than a cheaper wood charcoal, or a grilled over a gas stove and electric grill. Some sellers use free-range chicken yakitori (jidori), which is more tough than regular chicken, but rather have a taste.
In their home country, yakitori popular among middle-class office workers as a snack after work on the way to the train station. Yakitori are sold at the yakitori-ya, (restaurant or food stalls on the roadside). Often times other than dyed with barbeque sauce (before baking), chicken meat was also doused with cold beer. Wow ... like what, ya feel? They end the meal with a swig of sake.
Source: Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id
See also:
Burger King
Wine
Soy Bean Ice cream
Who does not like Ice cream? In addition to the sweet taste and cold, ice cream can also generate a better mood so loh. If ice cream is usually made from cow's milk, well this time ice cream made from soy? Like what ya like?
No one ever refused if offered with a bowl of ice cream, cold drinks made from cow's milk with a variant of this feeling a lot penggenarnya both young and old. But what happens if the ice cream is made from soy? Hmm .. first I hesitated whether ice cream flavor it would be equal to flavor ice cream is made from cow's milk.
After trying it turns out it's quite nice loh! Cow's milk is a main ingredient was replaced with soy milk. The manufacturing process remains the same only the main ingredients are different. But according to the manager, there are few limitations. Ice cream from soy milk can only be made into a sense of just three variants, namely vanilla, strawberry and chocolate.
Sense of others are still in the search process. The texture of ice cream - his own gentle enough not much different from ice cream in general, but for me ice cream from soy milk is similar to ice puter. And if the feeling really smell and taste of soybean is still quite pronounced.
But it did not disappoint. Ice cream or lots of soy milk that have called out this ice cream can be encountered in the Public Know located in Kelapa Gading, North Jakarta. In addition, soy ice cream is suitable for those who are allergic to cow's milk, especially children, also for those who have fat diet. Can still eat ice cream, but still healthy. (Eka / Odi)
Source: Eka Septia - detikFood
See also:
Sour Sally
Hanamasa
No one ever refused if offered with a bowl of ice cream, cold drinks made from cow's milk with a variant of this feeling a lot penggenarnya both young and old. But what happens if the ice cream is made from soy? Hmm .. first I hesitated whether ice cream flavor it would be equal to flavor ice cream is made from cow's milk.
After trying it turns out it's quite nice loh! Cow's milk is a main ingredient was replaced with soy milk. The manufacturing process remains the same only the main ingredients are different. But according to the manager, there are few limitations. Ice cream from soy milk can only be made into a sense of just three variants, namely vanilla, strawberry and chocolate.
Sense of others are still in the search process. The texture of ice cream - his own gentle enough not much different from ice cream in general, but for me ice cream from soy milk is similar to ice puter. And if the feeling really smell and taste of soybean is still quite pronounced.
But it did not disappoint. Ice cream or lots of soy milk that have called out this ice cream can be encountered in the Public Know located in Kelapa Gading, North Jakarta. In addition, soy ice cream is suitable for those who are allergic to cow's milk, especially children, also for those who have fat diet. Can still eat ice cream, but still healthy. (Eka / Odi)
Source: Eka Septia - detikFood
See also:
Sour Sally
Hanamasa
Duck Soto
Bored with chicken Soto, does not hurt to try other new menu. Perhaps the duck soup could be a new menu which is obliged to eat.
If not, and curious, just come to the Center Culinary Indrapura Indrapura Street, Surabaya. Of the dozens of stands that are there, just go to Soto-managed Dewey Duck and Sufriyah Muafi couples.
Duck soup is served separately in 3 containers. A bowl of soup, a plate of rice cake and a mortar containing lime and chili slices. From appearances, it briefly looked like a duck soup with curry gravy orange turbid, in contrast with most of the soup broth yellow nodes.
Once eaten, Hmmmmm ... feeling fishy and tough from duck meat would disappear instantly. The meat was tender and there was absolutely no fishy taste. Seasonings rempahnya really fresh burst in
Spicy flavor of chili sliced very fine and so delicious, evenly offset the delicious broth soup. Rice cake on a plate would be demolished in an instant. Following tradition, it is recommended rice cake soup eaten with duck, of course, in addition to rice which is also provided. A serving of duck soup valued USD 10 thousand. If you want to add offal, also added money to Rp 7,500.
Muafi bit shared secret recipe duck soup. In general, the same as duck soup seasoning soup in general. The difference is kaldunya. The broth itself is a recipe handed down from grandmother of the wife's family, Sufriyah. The recipe had died 15 years before revived by Sufriyah. Previously, in Bangkalan, Madura, Sufriyah grandmother had open stalls duck soup.
Since no one is to continue the business plus grandmother who had advanced age, the shop is closed. Seeing no business opportunity, direct Muafi rented a booth in the center of Culinary Indrapura.
Together with his wife, father of 3 children were trying to revive the duck soup. According to a survey conducted Muafi, there is no duck soup in Surabaya, East Java and even. Even if there is, recipes and ingredients will be different.
"This was a recipe from my wife's grandmother. Now I go again," he said while talking to detiksurabaya.com, Monday (10/25/2010). (IWD / wln)
Source: Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
See also:
Dim Sum
If not, and curious, just come to the Center Culinary Indrapura Indrapura Street, Surabaya. Of the dozens of stands that are there, just go to Soto-managed Dewey Duck and Sufriyah Muafi couples.
Duck soup is served separately in 3 containers. A bowl of soup, a plate of rice cake and a mortar containing lime and chili slices. From appearances, it briefly looked like a duck soup with curry gravy orange turbid, in contrast with most of the soup broth yellow nodes.
Once eaten, Hmmmmm ... feeling fishy and tough from duck meat would disappear instantly. The meat was tender and there was absolutely no fishy taste. Seasonings rempahnya really fresh burst in
Spicy flavor of chili sliced very fine and so delicious, evenly offset the delicious broth soup. Rice cake on a plate would be demolished in an instant. Following tradition, it is recommended rice cake soup eaten with duck, of course, in addition to rice which is also provided. A serving of duck soup valued USD 10 thousand. If you want to add offal, also added money to Rp 7,500.
Muafi bit shared secret recipe duck soup. In general, the same as duck soup seasoning soup in general. The difference is kaldunya. The broth itself is a recipe handed down from grandmother of the wife's family, Sufriyah. The recipe had died 15 years before revived by Sufriyah. Previously, in Bangkalan, Madura, Sufriyah grandmother had open stalls duck soup.
Since no one is to continue the business plus grandmother who had advanced age, the shop is closed. Seeing no business opportunity, direct Muafi rented a booth in the center of Culinary Indrapura.
Together with his wife, father of 3 children were trying to revive the duck soup. According to a survey conducted Muafi, there is no duck soup in Surabaya, East Java and even. Even if there is, recipes and ingredients will be different.
"This was a recipe from my wife's grandmother. Now I go again," he said while talking to detiksurabaya.com, Monday (10/25/2010). (IWD / wln)
Source: Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
See also:
Dim Sum
Minggu, 28 November 2010
Two types of Wine
Wine has two main types, namely red wine (red wine) and white wine (white wine). Both types of wine come from the type of grape used. The color of wine is not like the color of grape juice that looks more clear. The quality of drinks wine color is also determined a few other things.
Determine the color of wine fermentation. Although red wine from red grapes, red wine obtained from a process called soaking (maceration). Red wine from red grapes or black grapes. Hundreds of types of grapes to produce wines of different kinds of beverages as well.
Types of grapes so affect the taste of wine produced. White wine can be fermented from grapes type of color, from dark-colored wine until pink.
One of the most famous type of wine is cabaret sauvignon. Wine Cabaret sauvignon comes from the region of Bordeaux, France that produces red wine. Red wine is also another famous wine is Merlot.
There are several types of wine with the taste of chocolate and cherry. Grenache Wine become the kind of red wine that other famous Burgundy region of France. Grenache has the basic ingredients raspberries, mint and black cherry. Another famous type of wine is a Zinfandel that is made in Europe but most of the crops grown in California, Anerika States.
Type the famous white wine is Chardonnay. Wine contains a mixture of vanilla and a little fruit. California produces kinds of white wine Chenin Blancs. Chenin Blancs are a cheaper alternative than Chardonnay. Chenin Blancs contains apples and other spices. Other types of white wine is Pinot Gris. Pinot Gris from Oregon and the rich aroma of spices. White wine Riesling from Germany has the aroma of fruit.
White Zinfandel wine, a type of wine with a sweet taste of California. White Zinfandel Zinfandel red wines are processed from the peeled skin.
Source: Lopez Petti, you Nurlaila - vivanews.com
See also:
Sushi
Dim Sum
Determine the color of wine fermentation. Although red wine from red grapes, red wine obtained from a process called soaking (maceration). Red wine from red grapes or black grapes. Hundreds of types of grapes to produce wines of different kinds of beverages as well.
Types of grapes so affect the taste of wine produced. White wine can be fermented from grapes type of color, from dark-colored wine until pink.
One of the most famous type of wine is cabaret sauvignon. Wine Cabaret sauvignon comes from the region of Bordeaux, France that produces red wine. Red wine is also another famous wine is Merlot.
There are several types of wine with the taste of chocolate and cherry. Grenache Wine become the kind of red wine that other famous Burgundy region of France. Grenache has the basic ingredients raspberries, mint and black cherry. Another famous type of wine is a Zinfandel that is made in Europe but most of the crops grown in California, Anerika States.
Type the famous white wine is Chardonnay. Wine contains a mixture of vanilla and a little fruit. California produces kinds of white wine Chenin Blancs. Chenin Blancs are a cheaper alternative than Chardonnay. Chenin Blancs contains apples and other spices. Other types of white wine is Pinot Gris. Pinot Gris from Oregon and the rich aroma of spices. White wine Riesling from Germany has the aroma of fruit.
White Zinfandel wine, a type of wine with a sweet taste of California. White Zinfandel Zinfandel red wines are processed from the peeled skin.
Source: Lopez Petti, you Nurlaila - vivanews.com
See also:
Sushi
Dim Sum
Sate Jamur Dieng
Sate Jamur Dieng - Para pemudik yang masih memanfaatkan suasana libur Lebaran bisa datang ke Wonosobo, Jawa Tengah. Di salah satu sudut jalan di kota ini terdapat rumah makan yang menjual sate jamur Dieng. Masakan buatan Tina Mustikowati itu disukai pengunjung karena kelezatannya. Tak heran, almarhum mantan Presiden Soeharto menjadikannya sebagai makanan favorit.
Sate jamur Dieng khas Wonosobo sudah ada sejak 27 tahun silam. Sate ini menjadi andalan para pejabat bila mereka mengadakan kunjungan kerja ke Wonosobo. Menurut Tina selaku pemilik, rasa satenya memang unik. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, Rp 2.500 per sunduk atau Rp 10 ribu per porsinya.
Dalam sebuah kesempatan, Tina bercerita kalau ide membuat rumah makan jamur ini berasal dari suaminya. Kala itu dirinya sempat menolak karena tidak percaya kalau jamur bisa dijadikan sate. Namun pada 1982, Tina mencoba resep sate jamur yang tak kalah dengan rasa ayam. Siapa mengira, sate jamur di rumah makan yang buka pukul 09.00 hingga 22.00 WIB ini kini laku keras.(OMI/LUC)
Sumber : Yon Daryono - Liputan6.com
Lihat juga:
Steak
Hanamasa
Sate jamur Dieng khas Wonosobo sudah ada sejak 27 tahun silam. Sate ini menjadi andalan para pejabat bila mereka mengadakan kunjungan kerja ke Wonosobo. Menurut Tina selaku pemilik, rasa satenya memang unik. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, Rp 2.500 per sunduk atau Rp 10 ribu per porsinya.
Dalam sebuah kesempatan, Tina bercerita kalau ide membuat rumah makan jamur ini berasal dari suaminya. Kala itu dirinya sempat menolak karena tidak percaya kalau jamur bisa dijadikan sate. Namun pada 1982, Tina mencoba resep sate jamur yang tak kalah dengan rasa ayam. Siapa mengira, sate jamur di rumah makan yang buka pukul 09.00 hingga 22.00 WIB ini kini laku keras.(OMI/LUC)
Sumber : Yon Daryono - Liputan6.com
Lihat juga:
Steak
Hanamasa
Ice cream Store in Venezuela
You might imagine a store that sells Ice cream to the type of feeling in the world are in Italy or in the United States, but it turns out there are in Merida, a city in Venezuela. His name, Coromoto store.
Neon lights outside that reads "Guinness Book of Records" pink become one of the unique features of the store, but once opened the door it became clear that other stores from the other.
Inside there is a refrigerator containing ice cream looks bright and tempting to eat. Flavor
ice cream are sold as chili, tomatoes, onions, mushrooms in wine, garlic and cream of crab.
Coromoto founded in 1980 by an immigrant from Portugal, Manuel da Silva Oliveira. The owner does not often appear and now the store is managed by Jose Ramirez.
Seasonal
Jose was clearly visible as manager of an ice cream shop. Men's 40-year-old friendly when found wearing a white shirt and purple, and black mustache. "Oliveira tired of working for a large ice cream company," said Jose, "and decided he could make an interesting ice cream flavor."
The first experiment is the avocado. "To get a sense of right requires hard work, because avocados are very rich in flavor," said Jose. "Oliveira dispose of about 50 kg of ice cream to experiment to get the perfect taste."
Coromoto sold about 60 taste every day, but change the taste of ice cream in accordance with the seasons. In addition to the standard ice cream taste like chocolate and rum and raisins, lots of exotic fruit flavors such as guava, papaya, mango and passion fruit kind.
Some other flavors included in the 860 types of ice cream flavor is: eggs, macaroni and cheese and sardines, are examples of the weird ice cream flavor. And also there are many strange flavor names such as British Airways, Andean Kisses and I'm Sorry, Darling. One of the sense that, given the name Viagra Hope, like a bright blue Viagra pill.
I have to ask what the ingredients, and natural ingredients to make ice cream: the honey and all natural: honey and pollen. "Different people like different things," said store manager.
"Personally I like the taste of fruit but many buyers who choose the flavor that contains alcohol such as Cointreau, cognac or vodka-and-pineapple. Of course, as people are added venezuela lot of rum."
Ice cream flesh
"Sense of ice cream what is special for the store?" asked me to Jose. With a laugh, Jose said "pabellon criollo" - Venezuela's traditional food made from meat, rice, bananas, cheese and black beans, which imitated by Coromoto to flavor ice cream.
Jose fetch an ice cream scoop of each flavor-and it's really like ice cream meat sold in Coromoto.
Source: Krisman - republika.co.id
See also:
Sour Sally
Hanamasa
Neon lights outside that reads "Guinness Book of Records" pink become one of the unique features of the store, but once opened the door it became clear that other stores from the other.
Inside there is a refrigerator containing ice cream looks bright and tempting to eat. Flavor
ice cream are sold as chili, tomatoes, onions, mushrooms in wine, garlic and cream of crab.
Coromoto founded in 1980 by an immigrant from Portugal, Manuel da Silva Oliveira. The owner does not often appear and now the store is managed by Jose Ramirez.
Seasonal
Jose was clearly visible as manager of an ice cream shop. Men's 40-year-old friendly when found wearing a white shirt and purple, and black mustache. "Oliveira tired of working for a large ice cream company," said Jose, "and decided he could make an interesting ice cream flavor."
The first experiment is the avocado. "To get a sense of right requires hard work, because avocados are very rich in flavor," said Jose. "Oliveira dispose of about 50 kg of ice cream to experiment to get the perfect taste."
Coromoto sold about 60 taste every day, but change the taste of ice cream in accordance with the seasons. In addition to the standard ice cream taste like chocolate and rum and raisins, lots of exotic fruit flavors such as guava, papaya, mango and passion fruit kind.
Some other flavors included in the 860 types of ice cream flavor is: eggs, macaroni and cheese and sardines, are examples of the weird ice cream flavor. And also there are many strange flavor names such as British Airways, Andean Kisses and I'm Sorry, Darling. One of the sense that, given the name Viagra Hope, like a bright blue Viagra pill.
I have to ask what the ingredients, and natural ingredients to make ice cream: the honey and all natural: honey and pollen. "Different people like different things," said store manager.
"Personally I like the taste of fruit but many buyers who choose the flavor that contains alcohol such as Cointreau, cognac or vodka-and-pineapple. Of course, as people are added venezuela lot of rum."
Ice cream flesh
"Sense of ice cream what is special for the store?" asked me to Jose. With a laugh, Jose said "pabellon criollo" - Venezuela's traditional food made from meat, rice, bananas, cheese and black beans, which imitated by Coromoto to flavor ice cream.
Jose fetch an ice cream scoop of each flavor-and it's really like ice cream meat sold in Coromoto.
Source: Krisman - republika.co.id
See also:
Sour Sally
Hanamasa
Jumat, 26 November 2010
Wine dan Efek Radiasi Kulit
Wine - Pasien kanker yang akan menjalani terapi radiasi mungkin perlu menyesap minuman anggur (Wine) sebelum melakukan pengobatan tersebut. Sebab, berdasarkan penelitian pada wanita pengidap kanker payudara ditemukan bahwa meminum wine dapat membantu membatasi efek racun akibat radiasi pada kulit.
Diketahui, beberapa komponen wine dapat melindungi dari efek berbahaya radiasi. Komponen-komponen ini mencakup polifenol dan tanin.
Dalam penelitian ini, Dr Gabriella Macchia, dari Catholic University, Campobasso, Italia, dan rekannya meneliti efek perlindungan dari konsumsi wine terhadap 348 wanita yang menjalani terapi radiasi setelah melakukan operasi kanker payudara. Risiko menderita efek racun akibat radiasi ternyata mencapai 38,4 persen pada mereka tidak meminum wine, sebesar 31,8 persen pada wanita yang minum setengah gelas setiap hari, dan 13,6 persen pada peminum satu gelas wine tiap hari, serta 35 persen pada mereka yang minum dua gelas setiap harinya.
Peneliti menemukan bahwa wanita yang minum hanya satu gelas wine sehari memiliki risiko jauh lebih rendah menderita efek terapi radiasi. Secara khusus, risiko mereka terkena racun kulit akibat radiasi sekitar 75 persen lebih sedikit daripada yang tidak minum.
Sumber : liputan6.com - klipberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Diketahui, beberapa komponen wine dapat melindungi dari efek berbahaya radiasi. Komponen-komponen ini mencakup polifenol dan tanin.
Dalam penelitian ini, Dr Gabriella Macchia, dari Catholic University, Campobasso, Italia, dan rekannya meneliti efek perlindungan dari konsumsi wine terhadap 348 wanita yang menjalani terapi radiasi setelah melakukan operasi kanker payudara. Risiko menderita efek racun akibat radiasi ternyata mencapai 38,4 persen pada mereka tidak meminum wine, sebesar 31,8 persen pada wanita yang minum setengah gelas setiap hari, dan 13,6 persen pada peminum satu gelas wine tiap hari, serta 35 persen pada mereka yang minum dua gelas setiap harinya.
Peneliti menemukan bahwa wanita yang minum hanya satu gelas wine sehari memiliki risiko jauh lebih rendah menderita efek terapi radiasi. Secara khusus, risiko mereka terkena racun kulit akibat radiasi sekitar 75 persen lebih sedikit daripada yang tidak minum.
Sumber : liputan6.com - klipberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Kamis, 25 November 2010
Enaknya Ice cream Oen
Ice cream - Menyebut tempat wisata kuliner Kota Semarang, pastilah Toko Oen yang berada di jalan Pemuda menjadi restoran paling awal disebutkan. Toko yang sudah bertahan tiga generasi itu, dengan khas menyajikan menu-menu andalannya yang bahan maupun rasa terjaga secara turun temurun dan diyakini rasanya tidak pernah berubah dari dulu.
Toko Oen Semarang berdiri sejak tahun 1933, saat ini pemiliknya Yenni Kalalo merupakan generasi ketiga dari toko tersebut. Konsep restoran satu ini pun khas, dengan bangunan kunonya. Kalaupun ada penyegaran pada interiornya saja.
Toko Oen bagaikan ikon Semarang, setiap wisatawan khususnya dari Belanda yang berkunjung ke Semarang selalu mampir sejenak ke toko ini.
Saat ini Toko Oen bukan lagi identik dengan orang tua, saat kami datang dan ingin menikmati makanan di restoran tersebut ada beberapa anak muda datang di restoran yang didirikan oleh Liem Gien Nio, istri dari Oen Tjoen Hok itu.
Kebanyakan anak muda ini datang menikmati berbagai Ice cream yang ada di Toko Oen, menurut Antok Liem pengurus Toko Oen es krim yang paling banyak digemari Ice cream Oen Simphony dan Tutty Fruity.
Kedua Ice cream ini disajikan dengan bentuk yang sangat unik, untuk Oen Simphony ada permainan warna dalam penyajiannya dari Ice cream rasa coklat yang ditaruh paling bawah, ditingkat selanjutnya ada Ice cream rasa vanila, serta tidak ketinggalan roti lidah kucing.
Yang lebih menarik lagi ternyata resep pembuatan Ice cream ini sama dengan saat Toko Oen berdiri, Antok mengungkapkan resep yang dibuat sejak generasi pertama itu sengaja dipertahankan untuk menjaga rasa Ice cream tersebut.
"Dulu pernah diuji coba untuk beberapa bahan pembuat Ice cream dikurangi, ternyata rasa yang dihasilkan sangat berbeda. Sehingga sampai saat ini oleh generasi penerus Toko Oen tetap menggunakan resep Ice cream yang lama tanpa mengurangi sedikitpun komposisi bahan pembuatnya," ungkap Antok.
Resep Ice cream yang telah bertahan puluhan tahun itu ternyata memang sangat nikmat, Ice cream nya lumer dan lembut dimulut. Untuk rasa dari eIce cream itu sendiri sangatlah nikmat, tentunya Ice cream Oen Simphony seharga Rp 17.500 itu tidaklah mahal dan sepadan dengan rasa Ice cream itu sendiri.
Antok menambahkan menikmati Ice cream di Toko Oen sangatlah nikmat kalau diselingi nyemil beberapa roti khas buatan TOKO Oen seperti kaastengel (kue keju kering) dan kattetonge (kue lidah kucing). (Wisanggeni/CN13)
Sumber : suaramerdeka.com
Lihat juga:
Sushi
Hanamasa
Toko Oen Semarang berdiri sejak tahun 1933, saat ini pemiliknya Yenni Kalalo merupakan generasi ketiga dari toko tersebut. Konsep restoran satu ini pun khas, dengan bangunan kunonya. Kalaupun ada penyegaran pada interiornya saja.
Toko Oen bagaikan ikon Semarang, setiap wisatawan khususnya dari Belanda yang berkunjung ke Semarang selalu mampir sejenak ke toko ini.
Saat ini Toko Oen bukan lagi identik dengan orang tua, saat kami datang dan ingin menikmati makanan di restoran tersebut ada beberapa anak muda datang di restoran yang didirikan oleh Liem Gien Nio, istri dari Oen Tjoen Hok itu.
Kebanyakan anak muda ini datang menikmati berbagai Ice cream yang ada di Toko Oen, menurut Antok Liem pengurus Toko Oen es krim yang paling banyak digemari Ice cream Oen Simphony dan Tutty Fruity.
Kedua Ice cream ini disajikan dengan bentuk yang sangat unik, untuk Oen Simphony ada permainan warna dalam penyajiannya dari Ice cream rasa coklat yang ditaruh paling bawah, ditingkat selanjutnya ada Ice cream rasa vanila, serta tidak ketinggalan roti lidah kucing.
Yang lebih menarik lagi ternyata resep pembuatan Ice cream ini sama dengan saat Toko Oen berdiri, Antok mengungkapkan resep yang dibuat sejak generasi pertama itu sengaja dipertahankan untuk menjaga rasa Ice cream tersebut.
"Dulu pernah diuji coba untuk beberapa bahan pembuat Ice cream dikurangi, ternyata rasa yang dihasilkan sangat berbeda. Sehingga sampai saat ini oleh generasi penerus Toko Oen tetap menggunakan resep Ice cream yang lama tanpa mengurangi sedikitpun komposisi bahan pembuatnya," ungkap Antok.
Resep Ice cream yang telah bertahan puluhan tahun itu ternyata memang sangat nikmat, Ice cream nya lumer dan lembut dimulut. Untuk rasa dari eIce cream itu sendiri sangatlah nikmat, tentunya Ice cream Oen Simphony seharga Rp 17.500 itu tidaklah mahal dan sepadan dengan rasa Ice cream itu sendiri.
Antok menambahkan menikmati Ice cream di Toko Oen sangatlah nikmat kalau diselingi nyemil beberapa roti khas buatan TOKO Oen seperti kaastengel (kue keju kering) dan kattetonge (kue lidah kucing). (Wisanggeni/CN13)
Sumber : suaramerdeka.com
Lihat juga:
Sushi
Hanamasa
Sate Kiloan ala Sate Tegal
Sate Kiloan SMS mengambil citarasa Sate ala Tegal untuk menu resep Sate Kambing dan untuk menu resep Lainnya seperti resep Tongseng Kambing dan resep Tongseng Ayam menggunakan bumbu rempah ala resep masakan Solo.
“Rumah makan ini perpaduan antara masakan khas Tegal dan Solo”, tandas Lina. Dar¡ desain bangunannya Sate Kiloan SMS juga punya ciri khas. Ornamen gubuk dan pernak-pernik khas pedesaan dipadu-padankan hingga menjadi hiasan yang menarik. Menurut sejarah, warung sate kiloan dirintis oleh Ujang Nasir, warga Babakan, Madang, Bogor, Jawa Barat. Disebut sate kiloan, karena pembeli sate ¡tu tidak membeli berdasarkan jumiah tusukan satenya, melainkan berapa berat kilonya.
Walau namanya Sate Kambing, namun menu resep yang disajikan rumah makan ini terbuat dar¡ daging domba, bukan dar¡ daging kambing. ALasan Lina karena daging domba memiliki serat lebih halus dibandingkan daging kambing. Selain itu aroma daging domba juga lebih bersahabat ketimbang daging kambing yang Lebih prengus.
Jika ingin menikrnati Sate Kambing di sin¡, daging kambing akan ditimbang dulu sesuai pesanan. Untuk seperempat kilogram sate, berisi 12 tusuk, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu rupiah. Sedangkan untuk satu kilogram dipatok seharga Rp 152 ribu rupiah. Anda juga bisa membeli dalam ukuran porsi, ¡si 10 tusuk Rp 32 ribu. Jadi sangat fleksibel.
Dibandingkan olahan daging kambing, warna Sate-nya tidak cokiat kehitaman seperti Sate pada umumnya namun coklat kemerahan. Bumbu resep pelengkapnya ada potongan tomat, cabe rawit hijau, bawang merah, bawang goreng, dan sedikit siraman kecap manis. Bumbu resep pelengkap ¡ni sama dengan bumbu resep pelengkap yang digunakan pada resep Sate Tegal, yaitu Sambal Kecap berupa campuran resep bawang merah, tomat, cabe rawit, serta tak ketinggalan kecap manis.
Warna coklat kemerahan dihasilkan dar¡ olesan sedikit margarin dan kecap manis saat daging dibakar sehingga daging tak mudah hangus. Proses membakarannya menggunakan arang batok kelapa, sehingga nyala bara lebih lama dan debu bakaran tidak banyak. Dagingnya terasa begitu empuk karena domba yang digunakan oieh rumah makan ini adalah domba yang berusia antara 7-10 bulan. Bagian daging domba yang digunakan tidak ditentukan harus dar¡ bagian paha atau dada.
Yang unik adalah tambahan minyak samin yang dioleskan setelah proses pembakaran Sate. Tambahan minyak samin membuat rasa Sate gurih berbaur dengan gurihnya margarin. “Nita memang sengaja menggunakan minyak samin agar Sate lebih gurih,” ujar Lina.
Citarasa resep-nya memang benar-benar klop, ada sensasi manis dar¡ citarasa resep Sate Solo yang dengan sensasi gurih minyak samin. Sebagai penutup setequk Es Jeruk Manis sangat menyegarkan. Selain ¡tu ada pilihan Jus dan Softdrink. Aneka buah yang dijadikan Jus berupa belimbing, jeruk, mangga, alpukat, jambu, tomat, serte jus kombinasi dar¡ campuran beberapa buah. Kisaran harga makanannya mula¡ dar¡ Rp 16 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk Kambing Guling, dan minuman segar dar¡ Rp 3 ribu sampai dengan Rp 10,5 ribu.
Penasaran bagaimana bedanya Sate Kambing di rumah makan ¡ni dengan tempat lainnya. Catat jam bukanya dar¡ puku1 9 pagi sampai 10 malam.***
Sumber : lintasberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Steak
“Rumah makan ini perpaduan antara masakan khas Tegal dan Solo”, tandas Lina. Dar¡ desain bangunannya Sate Kiloan SMS juga punya ciri khas. Ornamen gubuk dan pernak-pernik khas pedesaan dipadu-padankan hingga menjadi hiasan yang menarik. Menurut sejarah, warung sate kiloan dirintis oleh Ujang Nasir, warga Babakan, Madang, Bogor, Jawa Barat. Disebut sate kiloan, karena pembeli sate ¡tu tidak membeli berdasarkan jumiah tusukan satenya, melainkan berapa berat kilonya.
Walau namanya Sate Kambing, namun menu resep yang disajikan rumah makan ini terbuat dar¡ daging domba, bukan dar¡ daging kambing. ALasan Lina karena daging domba memiliki serat lebih halus dibandingkan daging kambing. Selain itu aroma daging domba juga lebih bersahabat ketimbang daging kambing yang Lebih prengus.
Jika ingin menikrnati Sate Kambing di sin¡, daging kambing akan ditimbang dulu sesuai pesanan. Untuk seperempat kilogram sate, berisi 12 tusuk, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu rupiah. Sedangkan untuk satu kilogram dipatok seharga Rp 152 ribu rupiah. Anda juga bisa membeli dalam ukuran porsi, ¡si 10 tusuk Rp 32 ribu. Jadi sangat fleksibel.
Dibandingkan olahan daging kambing, warna Sate-nya tidak cokiat kehitaman seperti Sate pada umumnya namun coklat kemerahan. Bumbu resep pelengkapnya ada potongan tomat, cabe rawit hijau, bawang merah, bawang goreng, dan sedikit siraman kecap manis. Bumbu resep pelengkap ¡ni sama dengan bumbu resep pelengkap yang digunakan pada resep Sate Tegal, yaitu Sambal Kecap berupa campuran resep bawang merah, tomat, cabe rawit, serta tak ketinggalan kecap manis.
Warna coklat kemerahan dihasilkan dar¡ olesan sedikit margarin dan kecap manis saat daging dibakar sehingga daging tak mudah hangus. Proses membakarannya menggunakan arang batok kelapa, sehingga nyala bara lebih lama dan debu bakaran tidak banyak. Dagingnya terasa begitu empuk karena domba yang digunakan oieh rumah makan ini adalah domba yang berusia antara 7-10 bulan. Bagian daging domba yang digunakan tidak ditentukan harus dar¡ bagian paha atau dada.
Yang unik adalah tambahan minyak samin yang dioleskan setelah proses pembakaran Sate. Tambahan minyak samin membuat rasa Sate gurih berbaur dengan gurihnya margarin. “Nita memang sengaja menggunakan minyak samin agar Sate lebih gurih,” ujar Lina.
Citarasa resep-nya memang benar-benar klop, ada sensasi manis dar¡ citarasa resep Sate Solo yang dengan sensasi gurih minyak samin. Sebagai penutup setequk Es Jeruk Manis sangat menyegarkan. Selain ¡tu ada pilihan Jus dan Softdrink. Aneka buah yang dijadikan Jus berupa belimbing, jeruk, mangga, alpukat, jambu, tomat, serte jus kombinasi dar¡ campuran beberapa buah. Kisaran harga makanannya mula¡ dar¡ Rp 16 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk Kambing Guling, dan minuman segar dar¡ Rp 3 ribu sampai dengan Rp 10,5 ribu.
Penasaran bagaimana bedanya Sate Kambing di rumah makan ¡ni dengan tempat lainnya. Catat jam bukanya dar¡ puku1 9 pagi sampai 10 malam.***
Sumber : lintasberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Steak
Kelezatan Soto Gondrong
Soto Gondrong???...Yup, sebenarnya sudah sering sih saya mendengar bisik-bisik tentang ke"maknyusan." Kuliner yang satu ini apalagi tempatnya pun gak jauh-jauh dari kediaman-koe. Penasaran???. Yup, tentu saja. Padahal apa sih bedanya dengan soto-soto ayam lainnya...apa sih yang membuat Soto Gondrong ini begitu terdengar istimewa banget..apanya yang gondrong ya..hehe..
Agar tidak terus dibuat penasaran maka saya dan keluarga berencana menikmati makan siang dirumah makan ini. Terletak ditempat yang agak tinggi dan berada dipojok jalan membuat rumah makan ini mudah terlihat. So, gak usah khawatir bakal kesasar deh..
Hmmm, tempat parkir terlihat penuh dengan kendaraan berplat nomor surabaya maupun beberapa kota lain di Jawa Timur. Yup, gak heran deh...tempat-tempat wisata maupun kuliner dikota-koe selalu dipadati oleh para pelancong dari luar kota yang tengah berakhir pekan... Hari sabtu dan hari Minggu merupakan saat panen bagi tempat-tempat wisata alam maupun rumah makan. Panen raya hehe...
Akhirnya kami dapat tempat parkir juga deh...bergaya arsitektural yang unik dengan memanfaatkan bambu dimana setiap sambungan antar bambu menggunakan tali yang diikat..(tanpa paku). Dan tanpa kaca maupun pembatas ruang (dinding). Sehingga terlihat menyatu banget dengan hijaunya tanaman disekitar area resto.
Duh, gak sabar deh menunggu pesanan soto Gondrong datang...dan hmmm, akhirnya kuliner tersebut terhidang dihadapan kami..soto gondrong plus es degan..sipppp...saatnya icip-icip nih. Hmmm, saya-pun merasakan sensasi yang WAOWWW..rempah-rempahnya terasa banget... ahhh...kayaknya ini yang menjadi bumbu rahasia kuliner ini...daripada puyeng mencari asal rasa tersebut saya pun larut dalam kenikmatan soto gondrong dan pas banget dengan kondisi perut yang lagi lapar. Hmm, menikmati soto hangat didaerah pegunungan...(gak kebayang deh ^_^). O,ya..soto gondrong ini dibandrol harga Rp 12.500,-/porsi. Konon katanya, para pramusaji diresto ini dulunya kudu berambut gondrong (untuk para pria). Namun, saya hanya menemui satu orang saja yang masih berambut gondrong..(mungkin yang lainnya merasa ribet kali yaaaa..harus masak soto plus menyisir rambut juga hahaha..).
Selain menu soto gondrong,diresto ini juga terdapat menu-menu lain seperti kupang lontong, bakso, lontong balap, sate ayam maupun beberapa jajanan pasar seperti nagasari, ote-ote, pisang goreng...dan..JAGUNG BAKAR bok...hehe...
Seusai menikmati makan siang, kami tak ingin terburu-buru beranjak meninggalkan area resto...duduk-duduk dihalaman resto yang luas sambil menikmati alam pegunungan dan rumah-rumah yang terlihat kecil nun jauh disana. Hmmm, sangat menyenangkan sambil menurunkan "rasa kenyang" hehe...
O,ya biaya parkir sebesar Rp 1.500,- pun sudah langsung dibayar dikasir..so, gak perlu lagi merogoh kocek untuk para tukang parkir kecuali anda ingin memberi tips kepada mereka..^_^..
Ahhh, soto gondrong...seperti itu ya rasanya...membuat-koe ketagihan dan berjanji akan datang lagi bersama keluarga.....tunggu ya..
Sumber : Micky Jo - wikimu.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Agar tidak terus dibuat penasaran maka saya dan keluarga berencana menikmati makan siang dirumah makan ini. Terletak ditempat yang agak tinggi dan berada dipojok jalan membuat rumah makan ini mudah terlihat. So, gak usah khawatir bakal kesasar deh..
Hmmm, tempat parkir terlihat penuh dengan kendaraan berplat nomor surabaya maupun beberapa kota lain di Jawa Timur. Yup, gak heran deh...tempat-tempat wisata maupun kuliner dikota-koe selalu dipadati oleh para pelancong dari luar kota yang tengah berakhir pekan... Hari sabtu dan hari Minggu merupakan saat panen bagi tempat-tempat wisata alam maupun rumah makan. Panen raya hehe...
Akhirnya kami dapat tempat parkir juga deh...bergaya arsitektural yang unik dengan memanfaatkan bambu dimana setiap sambungan antar bambu menggunakan tali yang diikat..(tanpa paku). Dan tanpa kaca maupun pembatas ruang (dinding). Sehingga terlihat menyatu banget dengan hijaunya tanaman disekitar area resto.
Duh, gak sabar deh menunggu pesanan soto Gondrong datang...dan hmmm, akhirnya kuliner tersebut terhidang dihadapan kami..soto gondrong plus es degan..sipppp...saatnya icip-icip nih. Hmmm, saya-pun merasakan sensasi yang WAOWWW..rempah-rempahnya terasa banget... ahhh...kayaknya ini yang menjadi bumbu rahasia kuliner ini...daripada puyeng mencari asal rasa tersebut saya pun larut dalam kenikmatan soto gondrong dan pas banget dengan kondisi perut yang lagi lapar. Hmm, menikmati soto hangat didaerah pegunungan...(gak kebayang deh ^_^). O,ya..soto gondrong ini dibandrol harga Rp 12.500,-/porsi. Konon katanya, para pramusaji diresto ini dulunya kudu berambut gondrong (untuk para pria). Namun, saya hanya menemui satu orang saja yang masih berambut gondrong..(mungkin yang lainnya merasa ribet kali yaaaa..harus masak soto plus menyisir rambut juga hahaha..).
Selain menu soto gondrong,diresto ini juga terdapat menu-menu lain seperti kupang lontong, bakso, lontong balap, sate ayam maupun beberapa jajanan pasar seperti nagasari, ote-ote, pisang goreng...dan..JAGUNG BAKAR bok...hehe...
Seusai menikmati makan siang, kami tak ingin terburu-buru beranjak meninggalkan area resto...duduk-duduk dihalaman resto yang luas sambil menikmati alam pegunungan dan rumah-rumah yang terlihat kecil nun jauh disana. Hmmm, sangat menyenangkan sambil menurunkan "rasa kenyang" hehe...
O,ya biaya parkir sebesar Rp 1.500,- pun sudah langsung dibayar dikasir..so, gak perlu lagi merogoh kocek untuk para tukang parkir kecuali anda ingin memberi tips kepada mereka..^_^..
Ahhh, soto gondrong...seperti itu ya rasanya...membuat-koe ketagihan dan berjanji akan datang lagi bersama keluarga.....tunggu ya..
Sumber : Micky Jo - wikimu.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Tongue Steak
Steak or biefstuk is one dish which is still used as colonial mainstay of many restaurants. Dutch-influenced culinary dish is indeed made from cow's tongue. Peeled and boiled beef tongue until completely tender.
If you want a little pampering with a special meal this afternoon, let alone taste the food of this colonial style. Tasty tender slices of cow tongue with a splash of fragrant sauce. Added potatoes and vegetables, be a delicious lunch and steady!
Furthermore steak with a sauce flavored English, a little soy sauce, cloves, nutmeg and pepper. Because it feels a bit sweet with a fragrant aroma of spices. Some restaurants serve steak with brown sauce or tongue blackpepper sauce so that the view becomes more modern.
Complementary beefsteak tongue is French fries or boiled, a few pieces of lettuce and vegetables setup. Because of that portion of beefsteak tongue will not only make full but also nutritionally complete. Taste delicious tender beef tongue will be stroking the tongue with a fragrant sauce dressing. Hmm .. really delicious!
If you are ready to shake up the tongue with tongue steak, quickly select a restaurant below.
RM Miranda (TanGoei)
Jl. Besuki, Menteng
Central Jakarta
Kusuma Sari Café & Catering
Jl. KH Ahmad Dahlan 12
Kebayoran Baru
South Jakarta
RM Bu Endang
Jl. Wijaya I No. 28.
South Jakarta
Indo Dutch Restaurant Ny.Han
Jalan Raya Serpong Km 7 No. 8 C
Serpong, Tangerang
Phone: 021-5396808
Star Cafe
Jl. Arterial Kedoya Raya No.20
West Jakarta
Kitchen Babah
Jl. Veteran I / 17-19
Central Jakarta
Phone: 021-7060 2256; 021-385 5653 (dev / Odi)
Source: Odilia Winneke-detikFood
See also:
Dim Sum
Hanamasa
If you want a little pampering with a special meal this afternoon, let alone taste the food of this colonial style. Tasty tender slices of cow tongue with a splash of fragrant sauce. Added potatoes and vegetables, be a delicious lunch and steady!
Furthermore steak with a sauce flavored English, a little soy sauce, cloves, nutmeg and pepper. Because it feels a bit sweet with a fragrant aroma of spices. Some restaurants serve steak with brown sauce or tongue blackpepper sauce so that the view becomes more modern.
Complementary beefsteak tongue is French fries or boiled, a few pieces of lettuce and vegetables setup. Because of that portion of beefsteak tongue will not only make full but also nutritionally complete. Taste delicious tender beef tongue will be stroking the tongue with a fragrant sauce dressing. Hmm .. really delicious!
If you are ready to shake up the tongue with tongue steak, quickly select a restaurant below.
RM Miranda (TanGoei)
Jl. Besuki, Menteng
Central Jakarta
Kusuma Sari Café & Catering
Jl. KH Ahmad Dahlan 12
Kebayoran Baru
South Jakarta
RM Bu Endang
Jl. Wijaya I No. 28.
South Jakarta
Indo Dutch Restaurant Ny.Han
Jalan Raya Serpong Km 7 No. 8 C
Serpong, Tangerang
Phone: 021-5396808
Star Cafe
Jl. Arterial Kedoya Raya No.20
West Jakarta
Kitchen Babah
Jl. Veteran I / 17-19
Central Jakarta
Phone: 021-7060 2256; 021-385 5653 (dev / Odi)
Source: Odilia Winneke-detikFood
See also:
Dim Sum
Hanamasa
Langganan:
Postingan (Atom)
